Sabtu, 14 Juli 2012

Kerangka Konseptual Akuntansi dan Pelaporan Keuangan


Kerangka Konseptual Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
KONFLIK KEPENTINGAN DALAM PASAR INFORMASI

Klasifikasi dan Konflik Kepentingan
Laporan Keuangan merupakan hasil interaksi dari tiga kelompok yaitu:
o    Perusahaan
o    Pemakai Informasi (Users)
o    Profesi Akuntansi
Perusahaan merupakan pelaku dalam proses akuntansi. Dengan aktivitas operasional, keuangan dan non-operasional, perusahaan menjustifikasi produksi laporan keuangan. Keberadaan dan prilakunya menghasilkan hasil keuangan  yang sebagian dapat diukur dalam proses akuntansi. Perusahaan juga merupakan penyedia informasi akuntansi.
Produksi informasi akuntansi dipengaruhi oleh kepentingan dan kebutuhan pemakai. Pemakai utama informasi akuntansi antara lain pemegang saham, analis keuangan, kreditor dan agen pemerintah.
Profesi akuntansi membentuk kelompok ketiga yang dapat mempengaruhi informasi yang akan dimasukkan ke dalam laporan keuangan. Para akuntan akan bertindak sebagai “auditor” yang bertanggungjawab untuk memverifikasi bahwa laporan keuangan telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berterima umum (PABU).
Terdapat tiga kemungkinan pendekatan dalam perumusan tujuan akuntansi. Pendekatan pertama melihat kumpulan informasi yang siap diungkapkan oleh perusahaan dan mencoba untuk menemukan cara terbaik untuk mengukur dan memverifikasinya.  Pendekatan kedua melihat informasi yang dapat diukur dan diverifikasi oleh profesi dan mencoba untuk mengakomodasi para pengguna dan perusahaan melalui berbagai pilihan-pilihan akuntansi. Pendekatan ketiga memandang kumpulan informasi yang dianggap relevan oleh para pengguna sebagai sesuatu hal yang penting serta mendorong profesi dan perusahaan untuk membuat dan menverifikasi informasi tersebut.

PERAN APB, AICPA DALAM MERUMUSKAN TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN
Menuju Penyusunan Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan Laporan Keuangan Menurut APB Statement No. 4:
o    Tujuan khusus
o    Tujuan umum
o    Tujuan kualitatif
Tujuan khusus laporan keuangan adalah menyajikan secara wajar dan sesuai prinsip akuntansi berterima umum, posisi keuangan, hasil operasi dan perubahan lain dalam posisi keuangan.
Tujuan umum adalah sebagai berikut:
o    Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang sumber daya ekonomi dan kewajiban suatu usaha bisnis.
o    Menyediakan informasi yang dapat dipercaya tentang perubahan sumber daya bersih sebagai hasil dari aktivitas-aktivitas perusahaan yang menghasilkan profit.
o    Menyediakan informasi keuangan yang dapat digunakan untuk mengestimasi earning potensial perusahaan.
o    Menyediakan informasi lain yang dibutuhkan tentang perubahan sumberdaya ekonomi dan kewajiban.
o    Mengungkapkan informasi lain yang relevan dengan kebutuhan pemakai.
Tujuan kualitatif akuntansi keuangan adalah sebagai berikut:
o    Relevan, memilih informasi yang paling mungkin untuk membantu pemakai dalam pembuatan keputusan ekonomi.
o    Dapat dipahami, informasi yang dipilih harus jelas, juga harus dapat dipahami pemakai.
o    Dapat diuji kebenarannya, hasil-hasil akuntansi dibenarkan oleh ukuran-ukuran yang indipenden, menggunakan metode pengukuran yang sama.
o    Netral, informasi akuntansi diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan bukan pemakai khusus pemakai tertentu.
o    Tepat waktu, berarti mengkomunikasikan informasi seawal mungkin untuk menghindari keterlambatan pembuatan keputusan ekonomi.
o    Dapat diperbandingkan, perbedaan-berbedaan seharusnya tidak mengakibatkan perlakuan akuntansi yang berbeda
o    Kelengkapan, semua informasi yang memenuhi persyaratan tujuan-tujuan kualitatif lain harus dilaporkan.
Tujuan yang dinyatakan dalam APB Statement No. 4 menjadi dasar untuk bentuk dan isi laporan keuangan konvensional.

Laporan Kelompok Studi tentang Tujuan Laporan Keuangan
April 1971 AICPA membentuk dua kelompok studi yaitu:
o    Wheat Committee
Bertugas untuk memperbaiki proses penyusunan standar, dan komote ini melaporkan hasil-hasilnya kepada FASB.
o    Trueblood Committee
Bertugas untuk mengembangkan tujuan laporan keuangan dengan menentukan siapa user-nya, informasi apa yang mereka butuhkan, seberapa banyak info yang dibutuhkan dapat dipenuhi oleh akuntansi dan apa kerangka kerja yang diperlukan dalam menyediakan kebutuhan akuntansi. Komite ini berhasil merumuskan 12 tujuan laporan keuangan.

SIFAT, ISU-ISU, PENGEMBANGAN KONSEPTUAL DAN KONSEP-KONSEP FUNDAMENTAL DALAM AKUNTANSI KEUANGAN
Sifat Kerangka Kerja Konseptual
Sejak berdirinya, FASB mengakui arti penting tujuan laporan keuangan dalam mengadopsi standar keuangan. FASB juga mengakui bahwa keseluruhan problem penyusunan standar tidak hanya tergantung pada tujuan, tetapi juga pada penetapan batang tubuh konsep dan tujuan.
Dewan mengakui bahwa terjadi erosi kredibilitas pelaporan keuangan dan dikritik  dalam berbagai situasi berikut ini:
o    Dua atau lebih metoda akuntansi diterima untuk fakta yang sama
o    Metoda akuntansi yang kurang konservatif digunakan mendahului metoda akuntansi yang lebih konservatif.
o    Cadangan digunakan untuk melakukan perataan fluktuasi earning secara artifisial.
o    Laporan keuangan gagal memberi sinyal akan kegentingan likuiditas dimasa mendatang.
o    Penangguhan diikuti dengan penghapusan “big bath”.
o    Optimisme yang tidak disesuaikan ada dalam mengestimasi kemampuan untuk pemulihan kembali.
o    Off balance sheet financing adalah lazim
o    Aserti tidak material yang sering digunakan untuk menjustifikasi tidak diungkapkannya informasi yang tidak menyenangkan.
o    Bentuk mengungguli substansi.
Untuk mengkoreksi beberapa kondisi tersebut dan untuk menyediakan cara yang lebih tepat dalam penyusunan standar, dan meningkatkan pemahaman pemakai atas laporan keuangan dan kepercayaan dalam pelaporan keuangan, FASB mengadakan proyek kerangka konseptual.

Isu-isu Kerangka Konseptual
1.    Pandangan earning manakah yang seharusnya diadopsi?
    Pandangan aset/utang
Pandangan ini disebut juga pandangan neraca atau pemeliharaan modal, yang berarti revenue dan expense merupakan hasil dari perubahan aset dan utang.
    Pandangan revenue/expense
Pandangan ini disebut juga pandangan laporan income atau penandingan, berarti revenue dan expense dihasilkan dari kebutuhan akan penandingan. Penandingan, proses pengukuran fundamental dalam akuntansi terdiri dari dua tahap:
o    Pengakuan revenue atau waktu melalui prinsip realisasi
o    Pengakuan expense dalam tiga cara:
    Hubungan sebab akibat, seperti kos barang terjual
    Alokasi yang rasional dan sistematis,seperti depresiasi
    Pengakuan segera, sepertt biaya administrasi dan penjualan
    Pandangan non-artikulasi
Pandangan ini didasarkan pada keyakinan bahwa artikulasi mendorong perulangan, karena “semua kejadian yang dilaporkan dalam laporan income juga dilaporkan dalam neraca meskipun dari perspektif yang berbeda”. Definisi aset dan utang penting dalam penyajian posisi keuangan dan definisi revenue dan expense mendominasi pengukuran earnings. Dua laporan keuangan tersebut mempunyai eksistensi dan makna yang independen, sehingga skema pengukuran yang berbeda digunakan oleh masing-masing laporan.
2.    Isu Definisi
    Aset
Menurut pandangan aset/utang, aset adalah sumber daya ekonomi perusahaan. Sumber daya tersebut merepresentasikan manfaat di masa mendatang yang diharapkan menghasilkan aliran kas masuk secara langsung atau tidak langsung. Sumber daya ekonomi yang tidak memiliki karakteristik dapat ditukarkan atau severability. Dalam pandangan aset/hutang, aset dibatasi untuk meyajikan sumber daya ekonomi perusahaan.
Menurut pandangan revenue/expense, aset tidak hanya meliputi aset yang didefinisikan oleh pandangan aset/hutang, tetapi semua item yang tidak merepresentasikan sumber daya ekonomi namun diperlukan untuk penandingan dan penentuan income secara memadai.
Pandangan ketiga muncul dari persepsi neraca tidak hanya sebagai laporan posisi keuangan, tetapi sebagai “laporan tentang sumber dan komposisi sekarang atas modal yang diinvestasikan”.
    Utang
Menurut pandangan aset/utang, utang adalah kewajiban perusahaan untuk mentransfer sumber daya ekonomi ke pihak lain di masa mendatang.
Menurut pandangan revenue/expense, utang tidak hanya meliputi utang yang didefinisi oleh pandangan aset/utang tetapi juga kredit tangguhan dan cadangan yang tidak merepresentasikan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi tetapi diperlukan untuk penandingan dan penentuan income dengan memadai.
Pandangan ketiga atas utang muncul dari persepsi neraca sebagai “laporan sumber dan komposisi modal perusahaan”. Utang dianggap sebagai sumber modal, dan meliputi kredit tangguhan dan cadangan yang tidak merepresentasikan kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi.
Ikhtisar karakteristik utang menurut APB Statement no 4:
Kewajiban adalah klaim umum terhadap perusahaan, dan bukan klaim atas sumber daya spesifik milik perusahaan, kecuali istilah kewajiban atau aturan legal yang diterapkan menyatakan sebaliknya.
Definisi yang seharusnya terkandung dalam substansi definisi utang dalam kerangka konseptual untuk akuntansi keuangan dan pelaporan adalah definisi yang memberi generalitas aplikasi yang diperlukan oleh sebuah kerangka kerja konseptual.
    Earning
Menurut pandangan aset/utang, earnings adalah peningkatan dalam aset bersih perusahaan kecuali perubahan modal.
Menurut pandangan revenue/expense, earnings adalah hasil dari proses penandingan revenue dan expense, atau mungkin dipertimbangkan sebagai bagian dari keduanya.
o    Akuntansi akrual
Elemem-elemen laporan keuangan dihitung dan dimasukkan dalam laporan keuangan melalui penggunaan akuntansi akrual. Akuntansi akrual mendasarkan pada konsep akrual, tangguhan (defferal), alokasi, amortisasi, realisasi dan  pengakuan.
3.    Konsep pemeliharaan modal atau cost recovery manakah yang seharusnya digunakan?
Konsep pemeliharaan modal memungkinkan kita membuat perbedaan antara return on capital atau earnings dan return of capital atau cost recovery. Earning berasal dari pemulihan atau pemeliharaan modal.
Terdapat dua konsep pemeliharaan modal yaitu: konsep pemeliharaan modal yaitu konsep modal keuangan dan konsep modal fisik. Keduanya menggunakan pengukuran unit moneter atau unit daya beli umum yang sama, menghasilkan empat konsep pemeliharaan modal:
o    Modal keuangan yang diukur dengan unit uang
o    Modal keuangan yang diukur dengan daya beli umum yang sama
o    Modal fisik yang diukur dengan unit uang
o    Modal fisik yang diukur dengan daya beli umum yang sama
4.    Metode pengukuran manakah yang seharusnya didopsi?
Isu metode pengukuran terkait dengan penentuan inut ukuran maupunatribut yang diukur. Terkait dengan unit ukuran, pilihannya adalah antara dola aktual dan dolah yang disesuaikan dengan daya beli umum. Terkait dengan atribut yang akan diukur kita menentukan lima pilihan yaitu:
o    Metode kos historis
o    Kos sekarang
o    Nilai keluaran/jual sekarang
o    Nilai sekarang/jual harapan
o    Nilai sekarang dari aliran kas harapan

Tujuan Pelaporan Keuangan Perusahaan
Laporan keuangan merupakan bentuk utama dari pelaporan keuangan yang akan sangat berarti untuk mengkomunikasikan informasi akuntansi ke pihak di luar badan usaha.
Tujuan pelaporan keuangan tidak bersifat kebal (immutable), tetapi sangat dipengaruhi oleh lingkungan ekonomik, hukum, politis dan sosial serta   dipengaruhi juga oleh karakteristik dan keterbatasan jenis informasi yang dapat disajikan oleh laporan keuangan tersebut, antara lain:
o    Informasi yang dihasilkan hanyalah kualitatif yang diwujudkan dalam bentuk uang yang mengarah ke perusahaan bisnis individual.
o    Informasi yang disediakan sering merupakan hasil dari pendekatan dan estimasi, bukan eksak atas kejadian transaksi masa lalu (historis).
o    Informasi yang disediakan hanya merupakan salah satu informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan, sehingga tidak mencakup seluruh informasi yang dibutuhkan.

Fokus Utama Pelaporan Keuangan
Fokus utama dari pelaporan keuangan adalah informasi mengenai prestasi suatu perusahaan yang diukur dengan laba dan komponen–komponennya. Informasi tentang laba perusahaan didasarkan pada akuntansi akrual yang pada umumnya memberikan indikasi yang lebih baik tentang kemampuan perusahaan yang sekarang dan seterusnya untuk menghasilkan arus kas yang menguntungkan daripada informasi yang terbatas pada pengaruh keuangan dari penerimaan dan pembayaran kas.
Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yang bermanfaat tentang bagaimana perusahaan mendapatkan dan membelanjakan uang kas, tentang peminjaman dan pembayaran pinjaman, transaksi modal, dividen kas dan faktor lain yang dapat mempengaruhi likuidasi atau solvensi perubahan termasuk penjelasan dan interpretasi untuk membantu pemakai dalam memahami informasi keuangan yang disajikan. 

Karakteristik Kualitatif Dari Informasi Keuangan
Karakterisitik dari informasi akuntansi ini ada yang bersifat  sebagian kuantitatif dan sebagai lagi kualitatif. Walau ada sedikit perbedaan mengenai karakteristik dari informasi akuntansi,  dalam pernyataan ini  perbedaan tersebut dianggap sebagai kualitas dari informasi.
Kualitas yang membedakan informasi yang lebih baik dari informasi yang kurang baik   merupakan kualitas yang utama dari relevan dan dapat dipercaya dengan beberapa karakteristik lain yang termasuk dalam kualitas. Meskipun karakteristik ini diharapkan tidak berubah, namun karena karakteristik dipengaruhi oleh lingkungan ekonomi, hukum, politik dan sosial dimana laporan keuangan tersebut dibuat, menjadikan karekteristik tidak abadi.

Materialitas
Materialitas merupakan pernyataan atas kepentingan relatif dan merupakan pertimbangan mendasar yang harus diberikan untuk melihat apakah informasi mempunyai dampak yang signifikan (material)  terhadap keputusan atau tidak.
Agar informasi memenuhi standar relevan, informasi harus berguna dalam kaitannya dengan tindakan yang didesain untuk memfasilitasi atau menghasilkan informasi yang ingin dihasilkan, disamping itu  informasi tergantung dari tingkat kejujuran dalam penyajian suatu kejadian (reabilitas), dalam mengembangkan ukuran yang menyimpulkan suatu pengujian dari bukti, data atau catatan yang sama (direfikasi) dalam penyajian laporan atau informasi akuntansi pembuat informasi tidak mempengaruhi hasil yang telah ada sebelumnya (netralitas) sehingga laporan keuangan memberikan manfaat yang lebih baik jika disajikan dengan periode sebelumnya untuk dapat dibandingkan (komparabilitas).

Masalah Pengakuan dan Pengukuran
1.    Konsep Pengakuan dan Pengukuran
Maksud diciptakan konsep pengakuan dan pengukuran adalah:
o    Sebagai kesatuan fundamental mengenai kriteria dan pedoman pengakuan  terhadap informasi yang secara formal harus dimasukkan kedalam laporan keuangan, serta untuk menentukan kontribusi laporan keuangan terhadap tujuan laporan keuangan.
o    Untuk memenuhi maksud tersebut, diketengahkan kreteria dan pedoman yang umum konsisten dengan praktek akuntansi.
o    Pengungkapan yang cukup, bentuk disclousure atas laporan keuangan diusahakan dengan meyampaikan informasi dengan pengungkapan yang cukup memadai
Keseluruhan informasi dalam pelaporan keuangan yang dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan di bidang investasi, kredit, dan keputusan lainnya yang sejenis.
2.    Kriteria Pengakuan dan Pengukuran
Adapun kriteria atau definisi operasional pengakuan dan pengukuran, seperti yang disajikan dibawah ini:
    Kriteria Pengakuan Fundamental  suatu item sebagai berikut:
o    Definisi (definition),item memenuhi difinisi elemen-elemen laporan keuangan.
o    Keterukunan (meansurability), item mempunyai atribut relevan  yang dapat diukur dengan keandalan yang memadai
o    Relevan (relevance), informasi tentang item tersebut dapat membuat keputusan pemakai menjadi betrbeda.
o    Keandalan (reliability), informasi mewakili keadaan sebenarnya, jujur, dapat diuji kebenarannya  dan netral.
    Atribut-Atribut Pengukuran Akuntansi
Informasi akuntansi yang disajikan dalam laporan keuangan bisa diukur dengan atribut yang berbeda, tergantung pada sifat dari item tersebut serta pengukurannya dengan atribut yang relevan.

Unsur-Unsur Laporan Keuangan
    Ruang Lingkup dan Isi Dari Pelaporan
Unsur-unsur dari pelaporan keuangan terbagi atas dua bagian,
o    Bagian pertama terdiri dari tiga unsur yaitu : Kekayaan, modal yang menggambarkan tingkat atau jumlah sumber-sumber ekonomi atau klaim pada suatu saat.
o    Bagian kedua terdiri dari tujuh elemen yaitu laba komprehenshif dengan komponen pendapatan, biaya, untung dan rugi serta investasi oleh pemilik dan distribusi kepada pemilik.                                                                                                
    Tujuan, Sifat-sifat Kualitatif dan Unsur-Unsur
Dilihat dari jenis perusahaan  terdapat beberapa tujuan dari melaporkan keuangan:
o    Tujuan dari melaporkan keuangan  oleh perusahaan bisnis, mengutamakan kegunaan sekarang dan investor potensial, kreditor dan membentuk investasi rasional lainnya.
o    Tujuan dari melaporkan keuangan oleh perusahaan non bisnis, mengutamakan kegunaan sekarang dan menyediakan sumber-sumber potensial dan membuat keputusan rasional.
Sifat kualitatif dari informasi akuntansi lebih mengutamakan penggunaan penuh dari informasi keuangan itu sendiri, sedangkan unsur unsur pelaporan keuangan itu sendiri termasuk dalam hubungan sebagai satu kesatuan yang nyata. Dimana suatu item dibawah standar definisi adalah suatu kesatuan riil, kewajiban, pendapatan, beban atau keempatnya, atau dengan kata lain sebagai other entities.

sumber : http://zetzu.blogspot.com/2010/10/kerangka-konseptual-akuntansi-dan.html

PRINSIP, DAN KONSEP STRUKTUR TEORI AKUNTANSI


STRUKTUR TEORI AKUNTANSI

POSTULATE, PRINSIP, DAN KONSEP

DALAM TEORI AKUNTANSI
Tujuan utama teori akuntansi adalah menyajikan suatu dasar dalam memprediksikan dan menjelaskan perilaku serta kejadian-kejadian akuntansi. Teori didefinisikan sebagai kumpulan gagasan (konsep), definisi, dan dalil yang menyajikan suatu pandangan sistematis tentang fenomena, dengan menjelaskan hubungan antar variabel yang ada dan bertujuan untuk menjelaskan serta memprediksikan fenomena tersebut.
HAKIKAT STRUKTUR TEORI AKUNTANSI
Pendekatan dan metodologi apapun yang digunakan dalam penyusunan teori akuntansi, kerangka acuan yang dihasilkan didasarkan pada serangkaian elemen dan hubungan yang mengatur pengembangan tehnik akuntansi. Struktur teori akuntansi terdiri dari beberapa elemen sebagai berikut :
1) Suatu pernyataan mengenai tujuan dari laporan keuangan.
2) Suatu pernyataan dari dalil-dalil dan konsep teoretis dari akuntansi yang terkait dengan asumsi-asumsi lingkungan dan hakikat unit akuntansi. Dalil dan konsep teoretis ini diturunkan dari pernyataan tujuan.
3) Suatu pernyataan mengenai prinsip-prinsip akuntansi dasar berdasarkan dalil-dalil maupun konsep teoretis.
4) Sekelompok tehnik akuntansi yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi.
Gambar Struktur Suatu Teori Akuntansi
HAKIKAT DARI DALIL, KONSEP TEORETIS, DAN PRINSIO-PRINSIP AKUNTANSI
v  Dalil Akuntansi ( accounting postulate )
Adalah pernyataan atau aksioma yang sangat jelas, umumnya diterima berdasarkan kesesuaiannya terhadap tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan lingkungan ekonomi, politik, dan hukum di mana akuntansi harus beroperasi.
v  Konsep Teoretis ( theoretical concept )
Merupakan pernyataan atau aksioma yang sangat jelas, umumnya diterima berdasarkan kesesuaiannya terhadap tujuan laporan keuangan, yang menggambarkan hakikat dari entitas akuntansi yang beroperasi dalam suatu perekonomian bebas yang ditandai oleh kepemilikan pribadi atas properti.
v  Prinsip-Prinsip Akuntansi ( accounting principles )
Adalah aturan pengembalian keputusan umum, yang diturunkan baik dari tujuan maupun konsep teoretis akuntansi, yang mengatur pengembangan teknik-teknik akuntansi.
v  Teknik Akuntansi ( accounting technique)
adalah aturan-aturan khusus yang diturunkan dari prinsip-prinsip akuntansi yang menerangkan transaksi-tramsaksi dan kejadian-kejadian tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi tersebut.
POSTULATE  AKUNTANSI
1) Dalil Entitas
Akuntansi mengatur hasil operasi dari suatu entitas, yang terpisah dan berbeda dari pemilik entitas. Postulate entitas menyatakan bahwa suatu unit perusahaan merupakan unit akuntansi yang terpisah dari pemiliknya dan perusahaan lain. Postulate merumuskan bidang perhatian akuntan dan membatasi objek, peristiwa, dan atribut peristiwa yang dimasukkan ke dalam laporan keuangan. Selain itu, postulate juga memungkinkan akuntan membedakan antara transaiksi bisnis dan individu, yang dimasukkan dalam laporan keuangan adalah transaksi perusahaan bukan transaksi pemilik perusahaan. Dan tanggung jawab pelayanan manajemen berada pada pemegang saham.
Defini lain entitas akuntasi adalah dalam kerangka kepentingan ekonomi bagi berbgaai pemakai, dan bukan aktivitas ekonomi dan pengendalian administratif unit. Pendekatan ini lebih berorientasi pemakai dari pada orientasi perusahaan.
2) Dalil Kelangsungan Usaha
Postulat kelangsungan usaha menyatakan bahwa entitas akuntansi akan terus beroperasi. Dalil ini berasumsi bahwa perusahaan tidak diharapkan untuk dilikuidasi dalam masa yang akan datang yang dapat diketahui dari sekarang atau bahwa entitas akan terus beroperasi untuk jangka waktu yang tidak tertentu.
3) Dalil Unit Pengukuran
Menyatakan bahwa akuntansu adalah pengukuran dan proses mengkomunikasikan aktivitas perusahaan yang dapat diukur dalam satuan moneter. Unit pertukaran dan pengukuran diperlukan untuk mencatat transaksi perusahaan dengan cara yang seragam. Pengukur umum yang dipilih dalam akuntansi adalah unit monete. Kebertukaran barang, jasa, dan modal diukur dalam satuan uang.
4) Dalil Periode Akuntansi
Meskipun postulate kelangsungan usaha menyatakan bahwa setiap perusahaan akan tetap ada pada periode waktu yang tidak terbatas, namun adalakalanya pemakai meminta berbagai informasi tentang posisi keuangan dan kinerja perusahaan untuk membuat keputusan jangka pendek. Dari hal tersebut maka postulate periode akuntansi menyatakan bahwa laporan keuangan perusahaan seharusnya diungkapkan secara periodik.
KONSEP-KONSEP TEORETIS DARI AKUNTANSI
1) Teori Kepemilikan
Dalam teori ini, entitas sebagai agen, perwakilan atau susunan melalui wirausahawan individual atau pengoperasi pemegang saham. Sudut pandang kelompok pemilik sebagai pusat kepentingan terefleksi dalam cara memelihara catatatn akuntansi dan membuat laporan keuangan. Tujuan utama teori kepemilikan adalah untuk menentukan dan menganalisis kekayaan bersih pemilik, dengan persamaan akuntansi :
Aktiva – Kewajiban = Ekuitas Pemilik
2) Teori Entitas
Teori entitas memandang entitas sebagai sesuatu yangterpisah danberbeda dari pemilik modal. Unit bisnis memiliki sumber daya perusahaan dan bertanggung jawab terhadap pemilik maupun kreditor. Menurut teori ini, persamaan akuntansinya adalah :
Aktiva = Ekuitas
Aktiva = Kewajiban + Ekuitas Pemegang Saham
3) Teori Dana
Dalam teori ini, kelompok aset dankewajiban dan restriksi/pembatasan terkait disebut dana yang mengatur penggunaan aset. Jadi teori dana memandang unit terdiri atas sumber daya ekonomi (dana) serta kewajiban dan restriksi terkait mengenai penggunaan sumber daya. Persamaan akuntansinya adalah:
Aktiva = Pembatasan Aktiva
Teori dana berorientasi aset dalam pengertian bahwa fokus utamanya adalah pada administrasi dan penggunaan aset secara memadai. Teori dana ini terutama berguna untuk pemerintah dan organisasi nirlaba. Teori dana juga relevan untuk organisasi laba yang menggunakan dana untuk aktivitas yang bermacam-macam seperti dana pelunasan, akuntansi untuk kebangkrutan, dan perkebunan dan perwalian, akuntansi cabang atau divisional, pemisahan aset dalam aset lancar atau tetap dan konsolidasi.
Berikut adalah delapan dana utama yang direkomendasikan bagi administrasi keuangan yang bagus dari suatu unit pemerintahan :
1.       Dana Umum
2.       Dana Pendapatan
3.       Dana Pelunasan Utang
4.       Dana Proyek Modal
5.       Dana Perusahaan
6.       Dana Perwalian dan Agensi
7.       Dana Layanan Antarpemerintah
8.       Dana Pungutan Khusus
PRINSIP-PRINSIP AKUNTANSI
1) Prinsip Biaya
Menurut prinsip biaya, biaya perolehan / akuisisi atau biaya historis adalah dasar penilaian yang sesuai untuk mengakui akuisisi dari seluruh barang dan jasa, beban, biaya, dan ekuitas. Dengan kata lain, suatu transaksi dinilai pada harga pertukaran pada saat barang tersebut dibeli dan dicatat dalam laporan keuangan pada nilai setelah amortisasi.
Biaya menunjukkan harga pertukaran atau imbalan moneter yang diberikan untuk memperoleh barang atau jasa. Jika imbalan terdiri dari aset non-moneter, harga pertukaran adalah ekuivalen kas atas aset atau jasa yang diterima. Prinsip biaya dapat diterapkan dalam pengukuran utang dan modal.
Prinsip biaya dijustifikasi oleh dalil objektivitas dan dalil kelangsungan usaha. Biaya perolehan adalah objektif dimana informasi yang dihasilkan dapat diuji kebenarannya.
Dalil kelangsungan usaha mengasumsikan bahwa entitas akan meneruskan usahanya, aktivitasnya secara tak terbata, sehingga mengeliminasi perlunya menggunakan nilai sekarang atau nilai likuidasi untuk penilaian aset.
2) Prinsip Pendapatan
Prinsip Pendapatan menspesifikasi hal-hal berikut ini :
1.         Hakikat dari komponen-komponen pendapatan
2.         Pengukuran pendapatan
3.         Penentuan waktu dari pengakuan pendapatan
Pendapatan telah diinterpretasikan sebagai :
1)         Arus masuk aktiva besih yang dihasilkan dari penjualan barang atau jasa
2)         Arus keluar barang atau jasa dari perusahaan ke pelanggan
3)         Produk perusahaan yang dihasilkan dari penciptaan barang atau jasa oleh usaha selama periode waktu tertentu
Pandangan-pandangan mengenai komponen pendapatan :
Pandangan Luas (komprehensif)
Memasukkan semua penghasilan dari aktivitas bisnis dan investasi
Pandangan Sempit
Memasukkan hasil dari aktivitas penghasil pendapatan dan mengeluarkan laba investasi serta keuntungan dan kerugian dari penjualan aktiva tetap. Pandangan ini mengharuskan pemisahan yang jelas antara pendapatan dengan keuntungan dan kerugian.
Pengukuran pendapatan
Pendapatan diukur dalam hal ini adalah produk atau jasa yang dipertukarkan dalam transaksi “wajar”. Nilai ini mewakili ekuivalen kas bersih atau nilai sekarang terdiskonto atas uang yang diterima dalam pertukaran dengan produk atau jasa yang ditransfer oleh perusahaan pelanggannya.
Penentuan waktu dari pengakuan pendapatan.
Pada umunya, diakui bahwa pendapatan dan  laba diperoleh sepanjang seluruh tahapan dari seluruh siklus operasi (yaitu selam penerimaan pesanan, produksi, penjualan dan penagihan). Akuntan menggunakan prinsip realisasi untuk memilih “kejadian penting” untuk penentuan waktu pendapatan dan pengakuan laba.
Dasar  Pengakuan Pendapatan:
Dasar Akrual
Pendapatan diakui secara umum diakui selama produksi dalam situasi berikut :
a)      Pendapatan sewa, bunga, dan kondisi yang diakui ketika diperoleh, dengan adanya perjanjian atau kontrak sebelumnya yang menspesifikasikan peningkatan perlahan-lahan dalam klaim terhadap pelanggan.
b)     Seorang individu atau sekelompok orang yang memberikan jasa profesional atau jasa serupa dapat menggunakan basis akrual dengan lebih baik untuk pengakuan pendapatan, dengan adanya fakta bahwa hakikat dari klaim terhadap pelanggan adalah suatu fingsi dari proposi jasa yang diberikan.
c)      Pendapatan atas kontrak jangka panjang diakui berdasarkan kemajuan konstruksi atau “persentase penyelesaian”.  Persentase penyelesaian dihitung sebagai:
à Estimasi teknik dari pekerjaan yang dilakukan sampai tanggal tersebut dibandingkan dengan total pekerjaan yang akan diselesaikan dalam hal kontrak
à Total biaya yang terjadi sampai tanggal tersebut dibandingkan dengan total biaya yang diestimasikan untuk total proyek di dalam kontrak tersebut.
d)     Pendapatan atas kontrak biaya plus pembiayaan tetap
e)      Perubahan aktiva akibat pertumbuhan menimbulkan pendapatan
Dasar Kejadian Penting
•    Waktu penjualan
•    Penyelesaian produk
•    Penerimaan pembayaran setelah penjualan
Dasar Penjualan, Dasar ini dibenarkan karena :
•    Harga dari produk tersebut diketahui dengan pasti
•   Pertukaran telah difinalisasi dengan pengantaran barang, sehingga mengarah pada pengetahuan yang objektif atas biaya yang terjadi
•    Dalam hal realisasi, penjualan merupakan kejadian penting
Dasar Penyelesaian Produksi
Untuk pengakuan pendapatan dibenarkan ketika ada pasar yang stabil dan harga yang stabil untuk komoditas standar.
Dasar Pembayaran
Untuk pengakuan pendapatan dibenarkan ketika penjualan akan dibuat dan ketika penilaian yang cukup akurat tidak dapat diberikan kepada produk yang akan ditransfer.
3) Prinsip Pengaitan
Prinsip ini menganggap bahwa beban sebaiknya diakui dalam periode yang sama dengan pendapatan terkait yaitu pendapatan diakui dalam suatu periode tertentu menurut prinsip pendapatan, dan beban terkait kemudian diakui. Asosiasi ini paling bak dilakukan ketika hal tersebut mencerminkan hubungan sebab akibat antara biaya dan pendapatan.
Asosiasi antara pendapatan dengan beban tergantung pada salah satu dari empat kriteria berikut ini :
Pengaitan langsung dari biaya yang habis masa berlakunya dengan suatu pendapatan (misalnya harga pokok penjualan dilaitkan dengan penjualan tersebut)
Pengaitan langsung dari biaya yang telah habis masa berlakunya pada periode tersebut (misalnya gaji pimpinan perusahaan untuk periode tersebut)
Alokasi biaya sepanjang periode yang memperoleh manfaat dari biaya tersebut (misalnya depresiasi)
Membebankan semua biaya lainnya dalam periode terjadinya, kecuali dapat ditunjukkan bahwa biaya-biaya tersebut memiliki manfaat masa depan (misalnya beban iklan)
Biaya Produksi barang jadi untuk dijual
Biaya ini pada umumnya meliputi bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik. Proses 2 tahap digunakan untuk mempertanggungjawabkan biaya-biaya ini.
Penilaian Persediaan
Penentuan Laba
Menetukan jumlah penilaian persediaan
Metode Perhitungan Biaya Penuh
Memperlakukan semua biaya produksi sebagai biaya produk yang melekat ke produk tersebut, dibawa ke depan, dan dilepaskan sebagai biaya periode berjalan pada saat penjualan.
Metode Perhitungan Biaya Langsung
Memperlakukan biaya produksi variabel sebagai biaya produk dan seluruh biaya overhead manufaktur tetap sebagai periode berjalan.
Pada umumnya, diakui bahwa perhitungan biaya langsung adalah lebih relevan bagi pengambilan keputusan internal.
Aktiva Operasi dapat didepresiasikan
Karena aktiva ini didepresiasikan, diasumsikan akan memberikan manfaat ke lebih dari satu periode, aktiva tersebut dikapitalisasikan pada biaya akuisisinya yang kemudian dialokasikan menggunakan dasar logis selama umur manfaat aktiva tersebut. Proses ini disebut:
Depresiasi, untuk aktiva berwujud
Deplesi, untuk aktiva yangg diwakili sumber daya alam
Amortisasi, untuk aktiva tidak berwujud
Akuntansi Depresiasi didefinisikan sebagai berikut :
Akuntansi depresiasi adalah sistem akuntansi yang bertujuan unutk mendistribusikan biaya atau nilai dasar lainnya dari aktiva modal berwujud. Depresiasi tahun berjalan adalah bagian dari total beban dalam sistem semacam itu yang dialokasikan selam tahun tersebut. Metode depresiasi dapat didasarkan pada ;
1.  Waktu, seperti metode garis lurus
2.  Output seperti metode jam jasa dan metode unit output.
3.  Beban depresiasi yang semakin menurun
4.  Konsep investasi dan bunga, seperti metode anuitas.
Aktiva operasi yang tidak didepresiasikan
Ini merupakan kelompok ketiga dari suatu aktiva dan biaya, disebut juga aktiva modal permanen, karena diasumsikan bahwa aktiva tersebut tidak dikonsumsi selama operasi dari bisnis tersebut.
Biaya penjualan dan administrasi
Adalah seluruh biaya non manufakturyang diperlukan untuk memelihara organisasi penjualan dan administrasi dasar. Biaya tersebut diperlakuukan sebagai biaya pendidik, baik dalam perhitungan biaya langsung atau penyerapan.
4) Prinsip Objektivitas
Akuntan menggunakan prinsip objektivitas untuk membenarkan pilihan prosedur pengukuran. Tetapi prinsip ini memiliki interpretasi berbeda;
Pengukuran objektif adalah ukuran yang bersifat ‘’tidak memihak’’ dalam arti bebas dari bias pribadi si pengukur.
Pengukuran objektuf adalah pengukuran variabel yang didasarkan pada bukti-bukti.
Pengukuran objektif adalah ‘’kesepakatan diantara sekelompok pengamat atau pengukur tertentu’’
Ukuran dari penyebaran distribusi pengukuran dapat digunakan sebagi indicator dari tingkat objektivitas pengukuran tersebut.
5) Prinsip Konsistensi
Menganggap bahwa kejadian ekonomi yang serupa sebaliknya dicatat dan dilaporkan dengan cara konsisten dari periode ke periode. Konsisitensi adalah batasan pengguna untuk memfasilitasi keputusan pengguna dengan memastikandapat diperbandingkannya laporan keuangan darisuatu perusahaan sepanjang waktu, sehingga meningkatkan kegunaan laporan keuangan. Prinsip ini tidak menghalangi suatu perusahaan untuk mengubah prosedur akuntansinya ketika hal tersebut dibenarkan oleh situasi yang berubah, atau jika prosedur alternative lebih baik. Sesuai dengan APB opinion No.20 perubahan yang membenarkan perubahan adalah;
Prubahan dalam prinsip-prinsip akuntansi
Perubahan dalam estimasi akuntansi
Perubahan dalam entitas pelaporan.
6) Prinsip Pengungkapan Penuh
Pengungkapan penuh mengharuskan laporan keuangan dirancang dan disusun untuk menggambarkan secara akurat kejadian-kejadian ekonomi yang telahmemegaruhi perusahaan selama periode berjalan dan supaya mengandung informasi yang mencukupi gunamembuatnya berguna dan menyesatkan bagi investor.
Skinner menarik perhatian pada bebrapa masalah yang sebaiknya menjadi subjek dari pengungkapan penuh;
Rincian dari kebijakan dan metode akuntansi, terutama ketika penilaian dibutuhan dalam penerapan metode akuntansi, ketika metode tersebut bersifat khusus bagi entitas pelaporan tersebut, atau ketiak metode akuntansi alternative digunakan.
Informasi tambahan untuk membantu dalam analisis investasi atau untuk mengindikasikan hak dari berbagai pihak yang memiliki klaim atas entitas pelaporan.
Perubahan dari tahun sebelumnya dalam kebijakan akuntansi atau meetode penerapannya dan dampak dari perubahan semacam itu.
Aktiva, keajiban, biaya, dan pendpatan, yang dihasilkan dari transaksi dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan pengendalian dengan direktur atau pjabat yang memiliki huungan istimewa dengan entitas tersbut.
Aktiva, kewaiban, dan komitmen kontijen.
Transaksi keuangan atau nonoperasi lainnya yang terjadi setelah tanggal neraca yang memiliki dampak material terhadap possi keuangan entitas terebut.
7) Prinsip Konservatisme
Adalah suatu prinsip pengecualian atau modifikasi dalam hal bahwa prinsip tersebut bertindak sebagai batasan terhadap penyajian data akuntansi yang relevan dan andal. Menganggap ketika mimilih antara dua atau lebih teknik akuntansi yang berlaku umum, suatu preferensi ditunjukkan untuk opsi yang memiliki dampak paling tidak menguntungkan terhadap euitas pemegang saham. Prinsip ini mengharuskan akuntan memiliki sikap pesimistis secara umumketika memilih teknik akuntansi untuk pelaporan keuangan.
Sterling menyebut konservatisme sebagai ‘’prinsip penilaian akuntansi yang paling kuno dan mungkin paling  bertahan’’. Konservatisme masih digunakan dalam beberapa situasi yang memerlukan penilaian akuntan, seperti memilih umur estimasi manfaat dan nilai sisa dari aktiva untuk akuntansi depresiasi dan konsekuensi aturan dari penerapan kosep.
8) Prinsip Materialitas
Adalah suatu prinsip pengecualian atau modifikasi. Menganggap bahwa transaksi dan kejadian yang memiliki dampak ekonomi yang memiliki dampak ekonomi yang signifikan dapat ditangani secara cepat, tanpa memdulikan apakah hal tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau tidak. Secara umum otoritas akuntansi telah meninggalkan penerapan materialitas kepada penilaian akuntan, dan pada saat yang sama menekankan pentingnya hal tersebut. Prinsip materialitas kurang memiliki definisi operasional. Kebanyakan menekankan padaperanan akuntan dalam menginterpretasikan apa yang material dan apa yang tidak.
9) Prinsip Keseragaman Dan Komparabilitas
Mengacu pada penggunaan prosedur yang sama untuk transaksi yang berhubungan oleh perusahaan selam waktu tertentu; prinsip keseragaman mengacu pada penggunaan prosedur yang smaoleh perusahaan yang berbeda. Tujuan utama adalah mencapai komparabilitas lapoan keuangan dengan mengurangi keragaman yang diciptakan oleh penggunaan prosedur akuntansi yang berbeda oleh perusahaan yang berbeda. Dukungan utama untuk keseragaman adalah klaim bahwa hal itu akan ;
Mengurangi mengurangi keragaman penggunaan prosedur akuntansi dan ketidakcukupan praktik akuntansi
Memungkinkan perbandingan yang berarti atas lapran keuangan dari perusahaan yang berbeda.
Memperbaiki kepercayaan dalam laporan keuangan.
Mengarah pada intervensi dan speraturan pemerintah mengenai praktik akuntansi.

Sumber : http://dindaituchdindhoet.wordpress.com/2010/09/28/struktur-teori-akuntansi/