Kerangka Konseptual
Akuntansi dan Pelaporan Keuangan
KONFLIK KEPENTINGAN
DALAM PASAR INFORMASI
Klasifikasi dan Konflik Kepentingan
Laporan Keuangan merupakan hasil interaksi dari tiga
kelompok yaitu:
o Perusahaan
o Pemakai Informasi
(Users)
o Profesi Akuntansi
Perusahaan merupakan pelaku dalam proses akuntansi. Dengan
aktivitas operasional, keuangan dan non-operasional, perusahaan menjustifikasi
produksi laporan keuangan. Keberadaan dan prilakunya menghasilkan hasil
keuangan yang sebagian dapat diukur
dalam proses akuntansi. Perusahaan juga merupakan penyedia informasi akuntansi.
Produksi informasi akuntansi dipengaruhi oleh kepentingan
dan kebutuhan pemakai. Pemakai utama informasi akuntansi antara lain pemegang
saham, analis keuangan, kreditor dan agen pemerintah.
Profesi akuntansi membentuk kelompok ketiga yang dapat
mempengaruhi informasi yang akan dimasukkan ke dalam laporan keuangan. Para
akuntan akan bertindak sebagai “auditor” yang bertanggungjawab untuk
memverifikasi bahwa laporan keuangan telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang
berterima umum (PABU).
Terdapat tiga kemungkinan pendekatan dalam perumusan tujuan
akuntansi. Pendekatan pertama melihat kumpulan informasi yang siap diungkapkan
oleh perusahaan dan mencoba untuk menemukan cara terbaik untuk mengukur dan
memverifikasinya. Pendekatan kedua
melihat informasi yang dapat diukur dan diverifikasi oleh profesi dan mencoba
untuk mengakomodasi para pengguna dan perusahaan melalui berbagai
pilihan-pilihan akuntansi. Pendekatan ketiga memandang kumpulan informasi yang
dianggap relevan oleh para pengguna sebagai sesuatu hal yang penting serta
mendorong profesi dan perusahaan untuk membuat dan menverifikasi informasi
tersebut.
PERAN APB, AICPA DALAM MERUMUSKAN TUJUAN PELAPORAN KEUANGAN
Menuju Penyusunan Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan Laporan Keuangan Menurut APB Statement No. 4:
o Tujuan khusus
o Tujuan umum
o Tujuan kualitatif
Tujuan khusus laporan keuangan adalah menyajikan secara
wajar dan sesuai prinsip akuntansi berterima umum, posisi keuangan, hasil
operasi dan perubahan lain dalam posisi keuangan.
Tujuan umum adalah sebagai berikut:
o Menyediakan
informasi yang dapat dipercaya tentang sumber daya ekonomi dan kewajiban suatu
usaha bisnis.
o Menyediakan
informasi yang dapat dipercaya tentang perubahan sumber daya bersih sebagai
hasil dari aktivitas-aktivitas perusahaan yang menghasilkan profit.
o Menyediakan
informasi keuangan yang dapat digunakan untuk mengestimasi earning potensial
perusahaan.
o Menyediakan
informasi lain yang dibutuhkan tentang perubahan sumberdaya ekonomi dan
kewajiban.
o Mengungkapkan
informasi lain yang relevan dengan kebutuhan pemakai.
Tujuan kualitatif akuntansi keuangan adalah sebagai berikut:
o Relevan, memilih
informasi yang paling mungkin untuk membantu pemakai dalam pembuatan keputusan
ekonomi.
o Dapat dipahami,
informasi yang dipilih harus jelas, juga harus dapat dipahami pemakai.
o Dapat diuji
kebenarannya, hasil-hasil akuntansi dibenarkan oleh ukuran-ukuran yang
indipenden, menggunakan metode pengukuran yang sama.
o Netral, informasi
akuntansi diarahkan pada kebutuhan umum pemakai, dan bukan pemakai khusus
pemakai tertentu.
o Tepat waktu,
berarti mengkomunikasikan informasi seawal mungkin untuk menghindari
keterlambatan pembuatan keputusan ekonomi.
o Dapat
diperbandingkan, perbedaan-berbedaan seharusnya tidak mengakibatkan perlakuan
akuntansi yang berbeda
o Kelengkapan,
semua informasi yang memenuhi persyaratan tujuan-tujuan kualitatif lain harus
dilaporkan.
Tujuan yang dinyatakan dalam APB Statement No. 4 menjadi
dasar untuk bentuk dan isi laporan keuangan konvensional.
Laporan Kelompok Studi tentang Tujuan Laporan Keuangan
April 1971 AICPA membentuk dua kelompok studi yaitu:
o Wheat Committee
Bertugas untuk memperbaiki proses penyusunan standar, dan
komote ini melaporkan hasil-hasilnya kepada FASB.
o Trueblood
Committee
Bertugas untuk mengembangkan tujuan laporan keuangan dengan
menentukan siapa user-nya, informasi apa yang mereka butuhkan, seberapa banyak
info yang dibutuhkan dapat dipenuhi oleh akuntansi dan apa kerangka kerja yang
diperlukan dalam menyediakan kebutuhan akuntansi. Komite ini berhasil merumuskan
12 tujuan laporan keuangan.
SIFAT, ISU-ISU, PENGEMBANGAN KONSEPTUAL DAN KONSEP-KONSEP
FUNDAMENTAL DALAM AKUNTANSI KEUANGAN
Sifat Kerangka Kerja Konseptual
Sejak berdirinya, FASB mengakui arti penting tujuan laporan
keuangan dalam mengadopsi standar keuangan. FASB juga mengakui bahwa
keseluruhan problem penyusunan standar tidak hanya tergantung pada tujuan,
tetapi juga pada penetapan batang tubuh konsep dan tujuan.
Dewan mengakui bahwa terjadi erosi kredibilitas pelaporan
keuangan dan dikritik dalam berbagai
situasi berikut ini:
o Dua atau lebih
metoda akuntansi diterima untuk fakta yang sama
o Metoda akuntansi
yang kurang konservatif digunakan mendahului metoda akuntansi yang lebih
konservatif.
o Cadangan
digunakan untuk melakukan perataan fluktuasi earning secara artifisial.
o Laporan keuangan
gagal memberi sinyal akan kegentingan likuiditas dimasa mendatang.
o Penangguhan
diikuti dengan penghapusan “big bath”.
o Optimisme yang
tidak disesuaikan ada dalam mengestimasi kemampuan untuk pemulihan kembali.
o Off balance sheet
financing adalah lazim
o Aserti tidak
material yang sering digunakan untuk menjustifikasi tidak diungkapkannya
informasi yang tidak menyenangkan.
o Bentuk
mengungguli substansi.
Untuk mengkoreksi beberapa kondisi tersebut dan untuk
menyediakan cara yang lebih tepat dalam penyusunan standar, dan meningkatkan
pemahaman pemakai atas laporan keuangan dan kepercayaan dalam pelaporan
keuangan, FASB mengadakan proyek kerangka konseptual.
Isu-isu Kerangka Konseptual
1. Pandangan
earning manakah yang seharusnya diadopsi?
Pandangan
aset/utang
Pandangan ini disebut juga pandangan neraca atau
pemeliharaan modal, yang berarti revenue dan expense merupakan hasil dari
perubahan aset dan utang.
Pandangan
revenue/expense
Pandangan ini disebut juga pandangan laporan income atau
penandingan, berarti revenue dan expense dihasilkan dari kebutuhan akan
penandingan. Penandingan, proses pengukuran fundamental dalam akuntansi terdiri
dari dua tahap:
o Pengakuan revenue
atau waktu melalui prinsip realisasi
o Pengakuan expense
dalam tiga cara:
Hubungan sebab
akibat, seperti kos barang terjual
Alokasi yang
rasional dan sistematis,seperti depresiasi
Pengakuan segera,
sepertt biaya administrasi dan penjualan
Pandangan
non-artikulasi
Pandangan ini didasarkan pada keyakinan bahwa artikulasi
mendorong perulangan, karena “semua kejadian yang dilaporkan dalam laporan
income juga dilaporkan dalam neraca meskipun dari perspektif yang berbeda”.
Definisi aset dan utang penting dalam penyajian posisi keuangan dan definisi
revenue dan expense mendominasi pengukuran earnings. Dua laporan keuangan
tersebut mempunyai eksistensi dan makna yang independen, sehingga skema
pengukuran yang berbeda digunakan oleh masing-masing laporan.
2. Isu Definisi
Aset
Menurut pandangan aset/utang, aset adalah sumber daya
ekonomi perusahaan. Sumber daya tersebut merepresentasikan manfaat di masa
mendatang yang diharapkan menghasilkan aliran kas masuk secara langsung atau
tidak langsung. Sumber daya ekonomi yang tidak memiliki karakteristik dapat
ditukarkan atau severability. Dalam pandangan aset/hutang, aset dibatasi untuk
meyajikan sumber daya ekonomi perusahaan.
Menurut pandangan revenue/expense, aset tidak hanya meliputi
aset yang didefinisikan oleh pandangan aset/hutang, tetapi semua item yang
tidak merepresentasikan sumber daya ekonomi namun diperlukan untuk penandingan
dan penentuan income secara memadai.
Pandangan ketiga muncul dari persepsi neraca tidak hanya
sebagai laporan posisi keuangan, tetapi sebagai “laporan tentang sumber dan
komposisi sekarang atas modal yang diinvestasikan”.
Utang
Menurut pandangan aset/utang, utang adalah kewajiban
perusahaan untuk mentransfer sumber daya ekonomi ke pihak lain di masa mendatang.
Menurut pandangan revenue/expense, utang tidak hanya
meliputi utang yang didefinisi oleh pandangan aset/utang tetapi juga kredit
tangguhan dan cadangan yang tidak merepresentasikan kewajiban untuk mentransfer
sumber daya ekonomi tetapi diperlukan untuk penandingan dan penentuan income
dengan memadai.
Pandangan ketiga atas utang muncul dari persepsi neraca
sebagai “laporan sumber dan komposisi modal perusahaan”. Utang dianggap sebagai
sumber modal, dan meliputi kredit tangguhan dan cadangan yang tidak merepresentasikan
kewajiban untuk mentransfer sumber daya ekonomi.
Ikhtisar karakteristik utang menurut APB Statement no 4:
Kewajiban adalah klaim umum terhadap perusahaan, dan bukan
klaim atas sumber daya spesifik milik perusahaan, kecuali istilah kewajiban atau
aturan legal yang diterapkan menyatakan sebaliknya.
Definisi yang seharusnya terkandung dalam substansi definisi
utang dalam kerangka konseptual untuk akuntansi keuangan dan pelaporan adalah
definisi yang memberi generalitas aplikasi yang diperlukan oleh sebuah kerangka
kerja konseptual.
Earning
Menurut pandangan aset/utang, earnings adalah peningkatan
dalam aset bersih perusahaan kecuali perubahan modal.
Menurut pandangan revenue/expense, earnings adalah hasil
dari proses penandingan revenue dan expense, atau mungkin dipertimbangkan
sebagai bagian dari keduanya.
o Akuntansi akrual
Elemem-elemen laporan keuangan dihitung dan dimasukkan dalam
laporan keuangan melalui penggunaan akuntansi akrual. Akuntansi akrual
mendasarkan pada konsep akrual, tangguhan (defferal), alokasi, amortisasi,
realisasi dan pengakuan.
3. Konsep
pemeliharaan modal atau cost recovery manakah yang seharusnya digunakan?
Konsep pemeliharaan modal memungkinkan kita membuat
perbedaan antara return on capital atau earnings dan return of capital atau
cost recovery. Earning berasal dari pemulihan atau pemeliharaan modal.
Terdapat dua konsep pemeliharaan modal yaitu: konsep
pemeliharaan modal yaitu konsep modal keuangan dan konsep modal fisik. Keduanya
menggunakan pengukuran unit moneter atau unit daya beli umum yang sama,
menghasilkan empat konsep pemeliharaan modal:
o Modal keuangan
yang diukur dengan unit uang
o Modal keuangan
yang diukur dengan daya beli umum yang sama
o Modal fisik yang
diukur dengan unit uang
o Modal fisik yang
diukur dengan daya beli umum yang sama
4. Metode
pengukuran manakah yang seharusnya didopsi?
Isu metode pengukuran terkait dengan penentuan inut ukuran
maupunatribut yang diukur. Terkait dengan unit ukuran, pilihannya adalah antara
dola aktual dan dolah yang disesuaikan dengan daya beli umum. Terkait dengan
atribut yang akan diukur kita menentukan lima pilihan yaitu:
o Metode kos
historis
o Kos sekarang
o Nilai
keluaran/jual sekarang
o Nilai
sekarang/jual harapan
o Nilai sekarang
dari aliran kas harapan
Tujuan Pelaporan Keuangan Perusahaan
Laporan keuangan merupakan bentuk utama dari pelaporan
keuangan yang akan sangat berarti untuk mengkomunikasikan informasi akuntansi
ke pihak di luar badan usaha.
Tujuan pelaporan keuangan tidak bersifat kebal (immutable),
tetapi sangat dipengaruhi oleh lingkungan ekonomik, hukum, politis dan sosial
serta dipengaruhi juga oleh
karakteristik dan keterbatasan jenis informasi yang dapat disajikan oleh
laporan keuangan tersebut, antara lain:
o Informasi yang
dihasilkan hanyalah kualitatif yang diwujudkan dalam bentuk uang yang mengarah
ke perusahaan bisnis individual.
o Informasi yang
disediakan sering merupakan hasil dari pendekatan dan estimasi, bukan eksak
atas kejadian transaksi masa lalu (historis).
o Informasi yang
disediakan hanya merupakan salah satu informasi yang dibutuhkan dalam
pengambilan keputusan, sehingga tidak mencakup seluruh informasi yang
dibutuhkan.
Fokus Utama Pelaporan Keuangan
Fokus utama dari pelaporan keuangan adalah informasi
mengenai prestasi suatu perusahaan yang diukur dengan laba dan komponen–komponennya.
Informasi tentang laba perusahaan didasarkan pada akuntansi akrual yang pada
umumnya memberikan indikasi yang lebih baik tentang kemampuan perusahaan yang
sekarang dan seterusnya untuk menghasilkan arus kas yang menguntungkan daripada
informasi yang terbatas pada pengaruh keuangan dari penerimaan dan pembayaran
kas.
Pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yang
bermanfaat tentang bagaimana perusahaan mendapatkan dan membelanjakan uang kas,
tentang peminjaman dan pembayaran pinjaman, transaksi modal, dividen kas dan
faktor lain yang dapat mempengaruhi likuidasi atau solvensi perubahan termasuk
penjelasan dan interpretasi untuk membantu pemakai dalam memahami informasi
keuangan yang disajikan.
Karakteristik Kualitatif Dari Informasi Keuangan
Karakterisitik dari informasi akuntansi ini ada yang
bersifat sebagian kuantitatif dan
sebagai lagi kualitatif. Walau ada sedikit perbedaan mengenai karakteristik
dari informasi akuntansi, dalam
pernyataan ini perbedaan tersebut
dianggap sebagai kualitas dari informasi.
Kualitas yang membedakan informasi yang lebih baik dari
informasi yang kurang baik merupakan
kualitas yang utama dari relevan dan dapat dipercaya dengan beberapa
karakteristik lain yang termasuk dalam kualitas. Meskipun karakteristik ini
diharapkan tidak berubah, namun karena karakteristik dipengaruhi oleh
lingkungan ekonomi, hukum, politik dan sosial dimana laporan keuangan tersebut
dibuat, menjadikan karekteristik tidak abadi.
Materialitas
Materialitas merupakan pernyataan atas kepentingan relatif
dan merupakan pertimbangan mendasar yang harus diberikan untuk melihat apakah
informasi mempunyai dampak yang signifikan (material) terhadap keputusan atau tidak.
Agar informasi memenuhi standar relevan, informasi harus
berguna dalam kaitannya dengan tindakan yang didesain untuk memfasilitasi atau
menghasilkan informasi yang ingin dihasilkan, disamping itu informasi tergantung dari tingkat kejujuran
dalam penyajian suatu kejadian (reabilitas), dalam mengembangkan ukuran yang
menyimpulkan suatu pengujian dari bukti, data atau catatan yang sama
(direfikasi) dalam penyajian laporan atau informasi akuntansi pembuat informasi
tidak mempengaruhi hasil yang telah ada sebelumnya (netralitas) sehingga
laporan keuangan memberikan manfaat yang lebih baik jika disajikan dengan
periode sebelumnya untuk dapat dibandingkan (komparabilitas).
Masalah Pengakuan dan Pengukuran
1. Konsep Pengakuan
dan Pengukuran
Maksud diciptakan konsep pengakuan dan pengukuran adalah:
o Sebagai kesatuan
fundamental mengenai kriteria dan pedoman pengakuan terhadap informasi yang secara formal harus
dimasukkan kedalam laporan keuangan, serta untuk menentukan kontribusi laporan
keuangan terhadap tujuan laporan keuangan.
o Untuk memenuhi
maksud tersebut, diketengahkan kreteria dan pedoman yang umum konsisten dengan
praktek akuntansi.
o Pengungkapan yang
cukup, bentuk disclousure atas laporan keuangan diusahakan dengan meyampaikan
informasi dengan pengungkapan yang cukup memadai
Keseluruhan informasi dalam pelaporan keuangan yang dapat dipakai
sebagai dasar pengambilan keputusan di bidang investasi, kredit, dan keputusan
lainnya yang sejenis.
2. Kriteria
Pengakuan dan Pengukuran
Adapun kriteria atau definisi operasional pengakuan dan
pengukuran, seperti yang disajikan dibawah ini:
Kriteria
Pengakuan Fundamental suatu item sebagai
berikut:
o Definisi
(definition),item memenuhi difinisi elemen-elemen laporan keuangan.
o Keterukunan
(meansurability), item mempunyai atribut relevan yang dapat diukur dengan keandalan yang
memadai
o Relevan
(relevance), informasi tentang item tersebut dapat membuat keputusan pemakai
menjadi betrbeda.
o Keandalan
(reliability), informasi mewakili keadaan sebenarnya, jujur, dapat diuji
kebenarannya dan netral.
Atribut-Atribut
Pengukuran Akuntansi
Informasi akuntansi yang disajikan dalam laporan keuangan
bisa diukur dengan atribut yang berbeda, tergantung pada sifat dari item
tersebut serta pengukurannya dengan atribut yang relevan.
Unsur-Unsur Laporan Keuangan
Ruang Lingkup dan
Isi Dari Pelaporan
Unsur-unsur dari pelaporan keuangan terbagi atas dua bagian,
o Bagian pertama
terdiri dari tiga unsur yaitu : Kekayaan, modal yang menggambarkan tingkat atau
jumlah sumber-sumber ekonomi atau klaim pada suatu saat.
o Bagian kedua
terdiri dari tujuh elemen yaitu laba komprehenshif dengan komponen pendapatan,
biaya, untung dan rugi serta investasi oleh pemilik dan distribusi kepada
pemilik.
Tujuan, Sifat-sifat Kualitatif dan
Unsur-Unsur
Dilihat dari jenis perusahaan terdapat beberapa tujuan dari melaporkan
keuangan:
o Tujuan dari
melaporkan keuangan oleh perusahaan
bisnis, mengutamakan kegunaan sekarang dan investor potensial, kreditor dan
membentuk investasi rasional lainnya.
o Tujuan dari
melaporkan keuangan oleh perusahaan non bisnis, mengutamakan kegunaan sekarang
dan menyediakan sumber-sumber potensial dan membuat keputusan rasional.
Sifat kualitatif dari informasi akuntansi lebih mengutamakan
penggunaan penuh dari informasi keuangan itu sendiri, sedangkan unsur unsur
pelaporan keuangan itu sendiri termasuk dalam hubungan sebagai satu kesatuan
yang nyata. Dimana suatu item dibawah standar definisi adalah suatu kesatuan
riil, kewajiban, pendapatan, beban atau keempatnya, atau dengan kata lain
sebagai other entities.
sumber : http://zetzu.blogspot.com/2010/10/kerangka-konseptual-akuntansi-dan.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar